Burcharry.com – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan naik hingga akhir 2026. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa setiap kebijakan pemerintah diwujudkan melalui koordinasi langsung berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Prabowo dengan cermat mengevaluasi dampak ekonomi terhadap masyarakat sebelum mengambil keputusan. Pemerintah secara rutin menjalankan simulasi berbagai skenario harga minyak mentah untuk memastikan kebijakan yang diberlakukan tetap efektif dan bermanfaat.
Purbaya menjelaskan proses pengambilan keputusan tersebut, menyebut bahwa Prabowo selalu meminta simulasi dampak harga minyak pada setiap tingkatan. Ia menambahkan bahwa proses diskusi sering berlangsung dalam rapat-rapat intensif hingga mencapai keputusan final.
Purbaya juga mengklarifikasi salah kaprah yang berkembang di kalangan masyarakat terkait pembentukan kebijakan. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil bukanlah keputusan sepihak dari kementerian atau lembaga tertentu, melainkan merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak atas arahan langsung Presiden.
Ia menegaskan bahwa perannya hanyalah sebagai pelaksana kebijakan yang telah mendapatkan izin dari Prabowo. Menurut Purbaya, prosesnya melibatkan pemberian opsi kepada presiden, namun seluruh keputusan akhirnya hadir melalui bimbingan dan arahan pemimpin negara.
Di samping itu, meskipun situasi global tengah menghadapi ketidakpastian, Purbaya meminta masyarakat agar tetap tenang. Ia meyakinkan bahwa kondisi keuangan negara saat ini berada dalam keadaan cukup solid untuk mendukung kebijakan subsidi maupun upaya menjaga stabilitas harga BBM.
Sebagai salah satu langkah mitigasi, ia mengungkap keberadaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun yang dapat berfungsi sebagai cadangan dana. Dana ini menjadi penyangga utama untuk mengantisipasi kebutuhan darurat atau lonjakan pengeluaran tak terduga.
Purbaya mengakhiri penjelasannya dengan optimisme terhadap kemampuan negara untuk mengelola situasi. Beberapa sumber pemasukan masih diproyeksikan meningkat berkat kebijakan yang diterapkan oleh kementerian lain seperti Kementerian ESDM dan Kementerian Investasi. Hal ini, menurutnya, memberikan keyakinan bahwa pemerintah tidak hanya bertindak tenang, tetapi juga telah melakukan berbagai perhitungan matang untuk melindungi kepentingan masyarakat.
Baca Juga : Presiden Prabowo memberikan arahan untuk membuka Istana Kepresidenan bagi kunjungan pelajar